Showing posts with label Bola-dunia. Show all posts
Showing posts with label Bola-dunia. Show all posts

Tuesday, November 20, 2018

Griezmann: Zidane Suksesor Tepat Untuk Deschamps

Griezmann: Zidane Suksesor Sempurna untuk DeschampsPelatih asal Prancis, Zinedine Zidane. (Foto: Dan Mullan/Getty Images)

Paris - Antoine Griezmann sudah memiliki kandidat andai Didier Deschamps alhasil meninggalkan pos instruktur Timnas Prancis. Zinedine Zidane orangnya.

Prancis gres saja meraih kesuksesan besar dengan menjuarai Piala Dunia 2018. Dengan keberhasilan itu, Deschamps disebut Griezmann akan usang menjadi peracik taktik Les Bleus.

Penampilan Prancis di bawah aba-aba Deschamps juga cukup sepakat dengan catatan 55 kemenangan, 17 hasil imbang, dan 16 kali menelan kekalahan.

Rekan seangkatan Deschamps di timnas Prancis, Zidane, juga mengatakan kinerja yang sepakat dikala menjadi pelatih. Real Madrid diantarkan meraih hat-trick Liga Champions.




Hal itu yang menjadi pertimbangan utama Griezmann menyebut nama Zizou sebagai pengganti pas dikala Deschamps hengkang.

"Saya tak tahu berapa usang Deschamps ingin menjadi instruktur timnas," kata Griezmann di ESPN FC.

"Dia sudah mendapat respek yang beliau raih dikala ini dan aku posisinya akan kondusif selama beliau mau. Bagaimanapun, aku yakin Zidane dapat menjadi manajer terbaik yang terbuka (untuk menjadi instruktur timnas Prancis)."

"Sebenarnya, Deschamps sudah menuntaskan pekerjaan yang luar biasa," beliau menambahkan.







Griezmann: Zidane Suksesor Tepat Untuk Deschamps

Griezmann: Zidane Suksesor Sempurna untuk DeschampsPelatih asal Prancis, Zinedine Zidane. (Foto: Dan Mullan/Getty Images)

Paris - Antoine Griezmann sudah memiliki kandidat andai Didier Deschamps hasilnya meninggalkan pos instruktur Timnas Prancis. Zinedine Zidane orangnya.

Prancis gres saja meraih kesuksesan besar dengan menjuarai Piala Dunia 2018. Dengan keberhasilan itu, Deschamps disebut Griezmann akan usang menjadi peracik seni administrasi Les Bleus.

Penampilan Prancis di bawah aba-aba Deschamps juga cukup baiklah dengan catatan 55 kemenangan, 17 hasil imbang, dan 16 kali menelan kekalahan.

Rekan seangkatan Deschamps di timnas Prancis, Zidane, juga mengatakan kinerja yang baiklah ketika menjadi pelatih. Real Madrid diantarkan meraih hat-trick Liga Champions.




Hal itu yang menjadi pertimbangan utama Griezmann menyebut nama Zizou sebagai pengganti pas ketika Deschamps hengkang.

"Saya tak tahu berapa usang Deschamps ingin menjadi instruktur timnas," kata Griezmann di ESPN FC.

"Dia sudah mendapat respek yang beliau raih ketika ini dan aku posisinya akan kondusif selama beliau mau. Bagaimanapun, aku yakin Zidane dapat menjadi manajer terbaik yang terbuka (untuk menjadi instruktur timnas Prancis)."

"Sebenarnya, Deschamps sudah menuntaskan pekerjaan yang luar biasa," beliau menambahkan.







Kalau Dibandingkan Modric, Varane Lebih Pantas Terima Ballon Dor

Kalau Dibandingkan Modric, Varane Lebih Pantas Terima Ballon dOrPemain Prancis dan Real Madrid, Raphael Varane. (Foto: Kai Pfaffenbach/Reuters)

Paris - Edinson Cavani turut berkomentar mengenai kandidat peraih Ballon d'Or. Dia menilai bahwa Raphael Varane lebih pantas mendapatkan bola emas dibanding Luka Modric.

Media Prancis, L'Équipe, menawarkan petunjuk pemain-pemain yang akan menjadi finalis tamat peraih Ballon d'Or. Varane, Modric, dan Kylian Mbappe ada dalam daftar tiga teratas.

Varane memang pantas ada di tiga finalis akhir. Dia memiliki modal juara Liga Champions sekaligus Piala Dunia 2018.

Sementara itu, Modric cuma menjadi runner-up Piala Dunia 2018, dan bersama Varane menjadi juara Liga Champions.




Penyerang PSG, Cavani, memiliki prediksi mengenai pemenang penghargaan anugerah yang akan berlangsung pada 3 Desember mendatang. Pemain Uruguay itu menegaskan bahwa seharusnya yang menjadi pemenang orang Prancis.

"Tiga atau empat pemain layak mendapatkan itu. (Raphael) Varane sanggup menjadi satu dari dua, tiga, (Antoine) Griezmann...Kylian, beliau melaksanakan hal besar dalam dua tahun ," kata Cavani di RMC Sport.

"Anda harus melihat penampilan mereka satu sama lain, tak cuma nama. Lihat tahun lalu, apa yang sudah dilakukan semua pemain, gelar juara yang dimenangi, ekspresi dominan yang dijalani."

"Buat saya, pemenangnya harus orang Prancis. Ada pemain lain, tapi kali ini harus orang Prancis. (Luka) Modric menjalani ekspresi dominan yang hebat, tapi Varane (juga) memenangi Liga Champions. Oke, Modric merupakan runner-up (Piala Dunia) dan memiliki ekspresi dominan yang luar biasa. Tapi Varane jauh lebih layak," beliau menambahkan.






Kalau Dibandingkan Modric, Varane Lebih Pantas Terima Ballon Dor

Kalau Dibandingkan Modric, Varane Lebih Pantas Terima Ballon dOrPemain Prancis dan Real Madrid, Raphael Varane. (Foto: Kai Pfaffenbach/Reuters)

Paris - Edinson Cavani turut berkomentar mengenai kandidat peraih Ballon d'Or. Dia menilai bahwa Raphael Varane lebih pantas mendapatkan bola emas dibanding Luka Modric.

Media Prancis, L'Équipe, memperlihatkan petunjuk pemain-pemain yang akan menjadi finalis selesai peraih Ballon d'Or. Varane, Modric, dan Kylian Mbappe ada dalam daftar tiga teratas.

Varane memang pantas ada di tiga finalis akhir. Dia memiliki modal juara Liga Champions sekaligus Piala Dunia 2018.

Sementara itu, Modric cuma menjadi runner-up Piala Dunia 2018, dan bersama Varane menjadi juara Liga Champions.




Penyerang PSG, Cavani, memiliki prediksi mengenai pemenang penghargaan anugerah yang akan berlangsung pada 3 Desember mendatang. Pemain Uruguay itu menegaskan bahwa seharusnya yang menjadi pemenang orang Prancis.

"Tiga atau empat pemain layak mendapatkan itu. (Raphael) Varane sanggup menjadi satu dari dua, tiga, (Antoine) Griezmann...Kylian, ia melaksanakan hal besar dalam dua tahun ," kata Cavani di RMC Sport.

"Anda harus melihat penampilan mereka satu sama lain, tak cuma nama. Lihat tahun lalu, apa yang sudah dilakukan semua pemain, gelar juara yang dimenangi, trend yang dijalani."

"Buat saya, pemenangnya harus orang Prancis. Ada pemain lain, tapi kali ini harus orang Prancis. (Luka) Modric menjalani trend yang hebat, tapi Varane (juga) memenangi Liga Champions. Oke, Modric merupakan runner-up (Piala Dunia) dan memiliki trend yang luar biasa. Tapi Varane jauh lebih layak," ia menambahkan.






Cavani: Neymar Itu Teman, Saudara, Dan Rekan Kerjaku

Cavani: Neymar Itu Teman, Saudara, dan Rekan KerjakuNeymar dan Edinson Cavani di Paris Saint-Germain. (Foto: Eric Gaillard/Reuters)

Paris - Penyerang Paris Saint-Germain, Edinson Cavani, mengungkapkan hubungannya dengan Neymar. Dia menyebut pemain Brasil itu sebagai teman, saudara, dan rekan kerja.

Dalam sebuah pertandingan ujicoba antara Uruguay dengan Brasil, Cavani dan Neymar menjadi sorotan. Keduanya terlibat benturan dalam tubruk yang berlangsung, Jumat (16/11/2018).

Brasil sudah unggul 1-0 di menit-menit final pertandingan. Dalam upaya merebut bola, Cavani melanggar Neymar.

Cavani menerima kartu kuning, kemudian menghampiri Neymar untuk membantunya berdiri. Tapi, agresi Cavani itu menerima penolakan Neymar.

Saat di PSG, Cavani dan Neymar pernah dikabarkan berselisih. Rebutan menjadi eksekutor penalti menjadi sebabnya. Isu itu sudah sanggup diredam, sekarang mulai muncul lagi usai ujicoba Uruguay dengan Brasil.




Cavani angkat bicara mengenai hubungannya dengan Neymar. Tak ada problem antara keduanya.

"Semua hal yang terjadi di lapangan yakni sepakbola, sehabis itu kami teman, saudara, dan rekan setim," kata Cavani di RMC Sport.

"Aku tak melaksanakan apapun, saya tak menyentuhnya, saya menghampirinya dan bilang padanya bahwa saya tak menyentuhnya, hanya itu saja. Tapi berskikap menyerupai itu padanya menyerupai yang kulakukan pada yang lain."

"Tak ada yang perlu dibahas mengenai itu, tak ada apa-apa, itu cuma dibahas media," ia menambahkan.






Cavani: Neymar Itu Teman, Saudara, Dan Rekan Kerjaku

Cavani: Neymar Itu Teman, Saudara, dan Rekan KerjakuNeymar dan Edinson Cavani di Paris Saint-Germain. (Foto: Eric Gaillard/Reuters)

Paris - Penyerang Paris Saint-Germain, Edinson Cavani, mengungkapkan hubungannya dengan Neymar. Dia menyebut pemain Brasil itu sebagai teman, saudara, dan rekan kerja.

Dalam sebuah pertandingan ujicoba antara Uruguay dengan Brasil, Cavani dan Neymar menjadi sorotan. Keduanya terlibat benturan dalam tabrak yang berlangsung, Jumat (16/11/2018).

Brasil sudah unggul 1-0 di menit-menit final pertandingan. Dalam upaya merebut bola, Cavani melanggar Neymar.

Cavani menerima kartu kuning, kemudian menghampiri Neymar untuk membantunya berdiri. Tapi, agresi Cavani itu menerima penolakan Neymar.

Saat di PSG, Cavani dan Neymar pernah dikabarkan berselisih. Rebutan menjadi eksekutor penalti menjadi sebabnya. Isu itu sudah sanggup diredam, sekarang mulai muncul lagi usai ujicoba Uruguay dengan Brasil.




Cavani angkat bicara mengenai hubungannya dengan Neymar. Tak ada duduk perkara antara keduanya.

"Semua hal yang terjadi di lapangan yaitu sepakbola, sehabis itu kami teman, saudara, dan rekan setim," kata Cavani di RMC Sport.

"Aku tak melaksanakan apapun, saya tak menyentuhnya, saya menghampirinya dan bilang padanya bahwa saya tak menyentuhnya, hanya itu saja. Tapi berskikap menyerupai itu padanya menyerupai yang kulakukan pada yang lain."

"Tak ada yang perlu dibahas mengenai itu, tak ada apa-apa, itu cuma dibahas media," beliau menambahkan.






Monday, November 19, 2018

Semangat Pantang Mengalah De Oranje

Semangat Pantang Menyerah De OranjeTimnas Belanda lolos ke semifinal UEFA Nations League (Leon Kuegeler/Reuters)

Gelsenkirchen - Pelatih Belanda Ronald Koeman puas dengan kelolosan timnya secara dramatis di sangkar Jerman. Dia menyoroti huruf pantang mengalah anak asuhnya.

Cuma butuh hasil imbang untuk lolos ke semifinal UEFA Nations League, Belanda mengawali tubruk di Veltins Arena, Gelsenkirchen, Selasa (20/11/2018) dini hari, dengan buruk. Jerman diberi kesempatan untuk membuatkan permainan dan membuat peluang semenjak menit awal.

Alhasil hanya dalam tempo kurang 20 menit, Jerman sudah unggul 2-0 lewat gol Timo Werner di menit kesembilan dan Leroy Sane di menit ke-19. Bahkan Jerman beberapa kali sempat punya kans memperbesar keunggulan andaikan Jasper Cillessen tak bermain gemilang di bawah mistar Belanda.







Masuk di babak kedua, Belanda masih kesulitan mencari gol dan terus digempur Jerman hingga jadinya Quincy Promes membuka keinginan lewat golnya di menit ke-85. Laga sepertinya akan berakhir untuk kemenangan Jerman sebelum Virgil van Dijk menjebol jala Jerman di menit akhir.

Skor pun imbang 2-2 dan dengan ini Belanda pun berhak melaju ke semifinal menyusul Swiss, Inggris, dan Portugal yang sudah lebih dulu lolos. Hasil yang ibarat menegaskan kebangkitan Belanda usai terpuruk dalam dua tahun terakhir.

Tak diunggulkan sebab tergabung di grup berat yang dihuni Jerman dan Prancis, Belanda malah membuat kejutan lewat performa apik. Padahal Belanda mengawali perannya dengan kekalahan 1-2 dari Les Bleus.








"Tim menawarkan karakter. Kami terus berusaha. Saya rasa kami tidak bermain baik," ujar Koeman di situs resmi UEFA.

"Mungkin di fase ibarat ini, terlalu melelahkan bermain dua tubruk dalam periode yang pendek menghadapi tim-tim berkualitas tinggi. Jangan lupakan bahwa Jerman itu tim yang luar biasa, bahkan lebih baik ketimbang Prancis," sambungnya.

"Tapi kami juga menawarkan bahwa kami dapat berdiri dikala menghadapi lawan sekuat ini."





Semangat Pantang Mengalah De Oranje

Semangat Pantang Menyerah De OranjeTimnas Belanda lolos ke semifinal UEFA Nations League (Leon Kuegeler/Reuters)

Gelsenkirchen - Pelatih Belanda Ronald Koeman puas dengan kelolosan timnya secara dramatis di sangkar Jerman. Dia menyoroti abjad pantang mengalah anak asuhnya.

Cuma butuh hasil imbang untuk lolos ke semifinal UEFA Nations League, Belanda mengawali langgar di Veltins Arena, Gelsenkirchen, Selasa (20/11/2018) dini hari, dengan buruk. Jerman diberi kesempatan untuk membuatkan permainan dan membuat peluang semenjak menit awal.

Alhasil hanya dalam tempo kurang 20 menit, Jerman sudah unggul 2-0 lewat gol Timo Werner di menit kesembilan dan Leroy Sane di menit ke-19. Bahkan Jerman beberapa kali sempat punya kans memperbesar keunggulan andaikan Jasper Cillessen tak bermain gemilang di bawah mistar Belanda.







Masuk di babak kedua, Belanda masih kesulitan mencari gol dan terus digempur Jerman hingga hasilnya Quincy Promes membuka cita-cita lewat golnya di menit ke-85. Laga sepertinya akan berakhir untuk kemenangan Jerman sebelum Virgil van Dijk menjebol jala Jerman di menit akhir.

Skor pun imbang 2-2 dan dengan ini Belanda pun berhak melaju ke semifinal menyusul Swiss, Inggris, dan Portugal yang sudah lebih dulu lolos. Hasil yang ibarat menegaskan kebangkitan Belanda usai terpuruk dalam dua tahun terakhir.

Tak diunggulkan alasannya yaitu tergabung di grup berat yang dihuni Jerman dan Prancis, Belanda malah membuat kejutan lewat performa apik. Padahal Belanda mengawali perannya dengan kekalahan 1-2 dari Les Bleus.








"Tim mengatakan karakter. Kami terus berusaha. Saya rasa kami tidak bermain baik," ujar Koeman di situs resmi UEFA.

"Mungkin di fase ibarat ini, terlalu melelahkan bermain dua langgar dalam periode yang pendek menghadapi tim-tim berkualitas tinggi. Jangan lupakan bahwa Jerman itu tim yang luar biasa, bahkan lebih baik ketimbang Prancis," sambungnya.

"Tapi kami juga mengatakan bahwa kami dapat berdiri dikala menghadapi lawan sekuat ini."





Saat Di Arsenal, Wenger Sempat Didekati Madrid Dan Bayern

Saat di Arsenal, Wenger Sempat Didekati Madrid dan BayernArsene Wenger ketika melatih Arsenal semapt didekati Real Madrid dan Bayern Munich (Carl Recine/Action Images via Reuters)

Paris - Arsene Wenger bukannya tak pernah mendapatkan proposal melatih selama jadi manajer Arsenal. Tercatat Real Madrid dan Bayern Munich sempat mengejarnya.

Wenger menancapkan kuku sebagai salah satu manajer tersukses di Premier League ketika ia menangani Arsenal selama 22 tahun sedari 1996. Tiga gelar Premier League dan enam gelar Piala FA yakni pencapaian terbaiknya di klub itu sebelum memutuskan pergi ekspresi dominan panas lalu.

Selama lebih dari dua dekade melatih Arsenal, Wenger bukannya tak lepas dari gosip alasannya yakni ia beberapa kali sempat dikait-kaitkan dengan tim besar pada masa jayanya. Adalah Madrid dan Bayern yang sempat mendekatinya,

Terkhusus di ekspresi dominan ini ketika Wenger tengah menganggur, Madrid dikabarkan memintanya untuk jadi pengganti Julen Lopetegui meski karenanya Santiago Solari yang dipilih.








"Dua klub selalu menginginkannya menjadi pelatih. Pertama yakni Bayern Munich, alasannya yakni ia sanggup berbicara empat bahasa," ujar mantan presiden Paris St-Gewrmain yang juga sobat Wenger, Charles Villeneuve, ibarat dilansir Mirror.

"Saya juga sempat ke Gym di Italia untuk mendatangi momen negosiasinya dengan Real Madrid. Tapi, ia bertahan di Arsenal," lanjut dia.

Selain Madrid ekspresi dominan ini, Wenger juga sempat dihubungkan dengan PSG ekspresi dominan panas lalu. Tapi, Villeneuve yakin hati Wenger hanya ke satu klub yakni Arsenal.







"Saya pikir sanggup menunjukkan sesuatu yang baik, tapi tidak sebagai presiden. Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi bekerja dengan baik. Tapi, klub-klub ahli terbentuk lewat pemimpin yang ahli pula," tuturnya.

"Klub tak hanya dibuat lewat pemain hebat. Makara aku akan sangat menyambut Wenger di PSG. Pemimpin-pemimpin di sana mengasihi Wenger. Tapi, ia tak akan pernah bergabung. Dia sangat setia dan klubnya selalu Arsenal," demikian Villeneuve.





Saat Di Arsenal, Wenger Sempat Didekati Madrid Dan Bayern

Saat di Arsenal, Wenger Sempat Didekati Madrid dan BayernArsene Wenger ketika melatih Arsenal semapt didekati Real Madrid dan Bayern Munich (Carl Recine/Action Images via Reuters)

Paris - Arsene Wenger bukannya tak pernah mendapatkan anjuran melatih selama jadi manajer Arsenal. Tercatat Real Madrid dan Bayern Munich sempat mengejarnya.

Wenger menancapkan kuku sebagai salah satu manajer tersukses di Premier League ketika ia menangani Arsenal selama 22 tahun sedari 1996. Tiga gelar Premier League dan enam gelar Piala FA yaitu pencapaian terbaiknya di klub itu sebelum tetapkan pergi animo panas lalu.

Selama lebih dari dua dekade melatih Arsenal, Wenger bukannya tak lepas dari gosip sebab ia beberapa kali sempat dikait-kaitkan dengan tim besar pada masa jayanya. Adalah Madrid dan Bayern yang sempat mendekatinya,

Terkhusus di animo ini ketika Wenger tengah menganggur, Madrid dikabarkan memintanya untuk jadi pengganti Julen Lopetegui meski akibatnya Santiago Solari yang dipilih.








"Dua klub selalu menginginkannya menjadi pelatih. Pertama yaitu Bayern Munich, sebab ia sanggup berbicara empat bahasa," ujar mantan presiden Paris St-Gewrmain yang juga sahabat Wenger, Charles Villeneuve, ibarat dilansir Mirror.

"Saya juga sempat ke Gym di Italia untuk mendatangi momen negosiasinya dengan Real Madrid. Tapi, ia bertahan di Arsenal," lanjut dia.

Selain Madrid animo ini, Wenger juga sempat dihubungkan dengan PSG animo panas lalu. Tapi, Villeneuve yakin hati Wenger hanya ke satu klub yakni Arsenal.







"Saya pikir sanggup mengatakan sesuatu yang baik, tapi tidak sebagai presiden. Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi bekerja dengan baik. Tapi, klub-klub mahir terbentuk lewat pemimpin yang mahir pula," tuturnya.

"Klub tak hanya dibuat lewat pemain hebat. Makara aku akan sangat menyambut Wenger di PSG. Pemimpin-pemimpin di sana menyayangi Wenger. Tapi, ia tak akan pernah bergabung. Dia sangat setia dan klubnya selalu Arsenal," demikian Villeneuve.





Dybala Ke Messi: Please, Kembalilah Ke Timnas!

Dybala ke Messi: Please, Kembalilah ke Timnas!Paulo Dybala berharap Lionel Messi segera kembali ke Timnas Argentina (Emilio Andreoli/Getty Images)

Mendoza - Lionel Messi belum juga muncul di skuat timnas Argentina. Paulo Dybala pun berharap Messi mau secepatnya kembali ke Tim Tango.

Sejak kegagalan di Piala Dunia 2018 di mana Argentina cuma hingga babak 16 besar, bintang Barcelona tersebut menentukan istirahat sejenak dari hiruk-pikuk sepakbola internasional. Messi malah sering berlibur dan menikmati waktu bareng keluarga serta sahabatnya.

Hal ini tentu dilakukan untuk mengurangi rasa stres dan beban usai kegagalan demi kegagalan yang dialami Messi bersama Argentina. Apalagi kritik juga deras menimpa Messi yang dinilai tampil setengah hati bersama Albiceleste.






Orang-orang pun mulai menanyakan apakah Messi akan kembali ke timnas dan hal itu akan terus terulang hingga si pemain memberi balasan pasti. Apalagi Argentina sudah dinantikan Copa America di Brasil tahun depan dan kehadiran Messi sudah niscaya dibututhkan.

"Kami semua ingin Messi kembali ke tim nasional," ujar Dybala menyerupai dilansir Football Italia.

"Kita semua tahu betapa pentingnya Leo untuk kami. Kami yaitu grup berisi banyak pemain muda dan membutuhkan proteksi dari banyak orang," tambah dia.







Performa Argentina tanpa Messi sesungguhnya tak buruk-buruk amat. Mereka sempat menang 4-0 melawan Irak beberapa pekan kemudian dan gres saja mengalahkan Meksiko 2-0. Sisanya Argentina berimbang 0-0 kontra Argentina dan kalah 0-1 dari Brasil.




Dybala Ke Messi: Please, Kembalilah Ke Timnas!

Dybala ke Messi: Please, Kembalilah ke Timnas!Paulo Dybala berharap Lionel Messi segera kembali ke Timnas Argentina (Emilio Andreoli/Getty Images)

Mendoza - Lionel Messi belum juga muncul di skuat timnas Argentina. Paulo Dybala pun berharap Messi mau secepatnya kembali ke Tim Tango.

Sejak kegagalan di Piala Dunia 2018 di mana Argentina cuma hingga babak 16 besar, bintang Barcelona tersebut menentukan istirahat sejenak dari hiruk-pikuk sepakbola internasional. Messi malah sering berlibur dan menikmati waktu bareng keluarga serta sahabatnya.

Hal ini tentu dilakukan untuk mengurangi rasa stres dan beban usai kegagalan demi kegagalan yang dialami Messi bersama Argentina. Apalagi kritik juga deras menimpa Messi yang dinilai tampil setengah hati bersama Albiceleste.






Orang-orang pun mulai menanyakan apakah Messi akan kembali ke timnas dan hal itu akan terus terulang hingga si pemain memberi balasan pasti. Apalagi Argentina sudah dinantikan Copa America di Brasil tahun depan dan kehadiran Messi sudah niscaya dibututhkan.

"Kami semua ingin Messi kembali ke tim nasional," ujar Dybala menyerupai dilansir Football Italia.

"Kita semua tahu betapa pentingnya Leo untuk kami. Kami ialah grup berisi banyak pemain muda dan membutuhkan sumbangan dari banyak orang," tambah dia.







Performa Argentina tanpa Messi bersama-sama tak buruk-buruk amat. Mereka sempat menang 4-0 melawan Irak beberapa pekan kemudian dan gres saja mengalahkan Meksiko 2-0. Sisanya Argentina berimbang 0-0 kontra Argentina dan kalah 0-1 dari Brasil.