Tuesday, November 20, 2018

Beto Waspadai Pemain Naturalisasi Filipina

Beto Waspadai Pemain Naturalisasi FilipinaPemain timnas Indonesia, Alberto Goncalves. (Foto: Rifkianto Nugroho/Detikcom)

Jakarta - Timnas Indonesia akan melawan Filipina di berkelahi pamungkas Grup B Piala AFF 2018. Para pemain naturalisasi The Azkals harus diwaspadai skuat Garuda.

Timnas akan berjumpa dengan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 25 November mendatang. Indonesia wajib menang demi menjaga kans lolos ke semifinal.

Filipina dikala ini sedang dalam doktrin diri tinggi sehabis meraih kemenangan 1-0 atas Singapura dan 3-2 dari Timor Leste. Kini, tim asuhan Sven-Goran Eriksson itu ada di posisi kedua dengan enam poin.

Filipina masih menyerupai satu windu belakangan yang diperkuat oleh pemain-pemain naturalisasi menyerupai Neil Etheridge, Martin Steuble, dan Phil Younghusband.




Striker Indonesia, Alberto Goncalves, mengakui Filipina tak gampang ditaklukkan sebab memiliki kualitas pemain yang mumpuni.

"Saya kurang tahu dengan bahan pemain Filipina dikala ini. Namun, saya tahu mereka banyak pemain naturalisasi. Kami juga sudah lihat mereka sewaktu melaksanakan uji coba," kata Beto usai latihan, di lapangan ABC, Senayan, Selasa (20/11/2018).

"Saya akui Filipina memang mereka punya banyak pemain naturalisasi dan punya kualitas. Makara kami harus waspadai mereka juga, biar Timnas Indonesia meraih kemenangan," kata pemain 37 tahun itu.







Beto Waspadai Pemain Naturalisasi Filipina

Beto Waspadai Pemain Naturalisasi FilipinaPemain timnas Indonesia, Alberto Goncalves. (Foto: Rifkianto Nugroho/Detikcom)

Jakarta - Timnas Indonesia akan melawan Filipina di tabrak pamungkas Grup B Piala AFF 2018. Para pemain naturalisasi The Azkals harus diwaspadai skuat Garuda.

Timnas akan berjumpa dengan Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 25 November mendatang. Indonesia wajib menang demi menjaga kans lolos ke semifinal.

Filipina dikala ini sedang dalam akidah diri tinggi sehabis meraih kemenangan 1-0 atas Singapura dan 3-2 dari Timor Leste. Kini, tim asuhan Sven-Goran Eriksson itu ada di posisi kedua dengan enam poin.

Filipina masih menyerupai satu windu belakangan yang diperkuat oleh pemain-pemain naturalisasi menyerupai Neil Etheridge, Martin Steuble, dan Phil Younghusband.




Striker Indonesia, Alberto Goncalves, mengakui Filipina tak gampang ditaklukkan alasannya ialah memiliki kualitas pemain yang mumpuni.

"Saya kurang tahu dengan bahan pemain Filipina dikala ini. Namun, saya tahu mereka banyak pemain naturalisasi. Kami juga sudah lihat mereka sewaktu melaksanakan uji coba," kata Beto usai latihan, di lapangan ABC, Senayan, Selasa (20/11/2018).

"Saya akui Filipina memang mereka punya banyak pemain naturalisasi dan punya kualitas. Kaprikornus kami harus waspadai mereka juga, semoga Timnas Indonesia meraih kemenangan," kata pemain 37 tahun itu.







Hadapi Filipina, Bima Tuntut Timnas Tampil Lebih Konsisten

Hadapi Filipina, Bima Tuntut Timnas Tampil Lebih KonsistenPelatih Timnas Indonesia. (Foto: Rifkianto Nugroho/Detikcom)

Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti, telah melaksanakan penilaian usai kalah dari Thailand. Bima menyoroti permainan timnya yang dianggap tidak konsisten.

Kans Indonesia lolos ke babak semifinal mengecil, sehabis menelan kekalahan dari Thailand 2-4 di Stadion Rajamangala, Bangkok Thailand pada 17 November. Skuat Merah Putih sempat menawarkan permainan yang rapi di babak pertama dan bahkan mencetak gol lebih dulu lewat gol Zulfiandi.

Namun di babak kedua, permainan Indonesia tidak maksimal sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Thailand dengan menciptakan empat gol. Indonesia menciptakan gol hiburan melalui Fachruddin di menit-menit akhir.

Kekalahan tersebut menciptakan posisi Indonesia melorot ke peringkat keempat dengan tiga poin di Grup B Piala AFF 2018, tersalip oleh Filipina dan Singapura yang berada di posisi kedua dan tiga. Sementara Thailand mantap berada di puncak.




Bima mengaku sudah melaksanakan penilaian dari kekalahan Thailand. Konsistensi permainan timnya menjadi sorotan yang harus diperbaiki.

Bima berharap di tabrak terakhir melawan Filipina pada 25 November, Hansamu Yama dkk bermain lebih baik. Meski peluang lolos tipis dan juga menunggu hasil pertandingan tim lain, Indonesia tetap akan bermain maksimal.

"Ada banyak hal yang harus dievaluasi, aneka macam dilema konsisten. Sebelum preskon ketemu instruktur Thailand, ia bilang Indonesia mainnya luar biasa babak pertama, kenapa tidak konsisten," katanya.

"Jadi itu koreksi tim instruktur biar lawan Filipina nothing to lose saja yang penting menangkan pertandingan menutup tabrak di fase grup ini," ia menambahkan.




Hadapi Filipina, Bima Tuntut Timnas Tampil Lebih Konsisten

Hadapi Filipina, Bima Tuntut Timnas Tampil Lebih KonsistenPelatih Timnas Indonesia. (Foto: Rifkianto Nugroho/Detikcom)

Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti, telah melaksanakan penilaian usai kalah dari Thailand. Bima menyoroti permainan timnya yang dianggap tidak konsisten.

Kans Indonesia lolos ke babak semifinal mengecil, sehabis menelan kekalahan dari Thailand 2-4 di Stadion Rajamangala, Bangkok Thailand pada 17 November. Skuat Merah Putih sempat menunjukkan permainan yang rapi di babak pertama dan bahkan mencetak gol lebih dulu lewat gol Zulfiandi.

Namun di babak kedua, permainan Indonesia tidak maksimal sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Thailand dengan menciptakan empat gol. Indonesia menciptakan gol hiburan melalui Fachruddin di menit-menit akhir.

Kekalahan tersebut menciptakan posisi Indonesia melorot ke peringkat keempat dengan tiga poin di Grup B Piala AFF 2018, tersalip oleh Filipina dan Singapura yang berada di posisi kedua dan tiga. Sementara Thailand mantap berada di puncak.




Bima mengaku sudah melaksanakan penilaian dari kekalahan Thailand. Konsistensi permainan timnya menjadi sorotan yang harus diperbaiki.

Bima berharap di adu terakhir melawan Filipina pada 25 November, Hansamu Yama dkk bermain lebih baik. Meski peluang lolos tipis dan juga menunggu hasil pertandingan tim lain, Indonesia tetap akan bermain maksimal.

"Ada banyak hal yang harus dievaluasi, aneka macam dilema konsisten. Sebelum preskon ketemu instruktur Thailand, ia bilang Indonesia mainnya luar biasa babak pertama, kenapa tidak konsisten," katanya.

"Jadi itu koreksi tim instruktur supaya lawan Filipina nothing to lose saja yang penting menangkan pertandingan menutup adu di fase grup ini," ia menambahkan.




Kalau Dibandingkan Modric, Varane Lebih Pantas Terima Ballon Dor

Kalau Dibandingkan Modric, Varane Lebih Pantas Terima Ballon dOrPemain Prancis dan Real Madrid, Raphael Varane. (Foto: Kai Pfaffenbach/Reuters)

Paris - Edinson Cavani turut berkomentar mengenai kandidat peraih Ballon d'Or. Dia menilai bahwa Raphael Varane lebih pantas mendapatkan bola emas dibanding Luka Modric.

Media Prancis, L'Équipe, menawarkan petunjuk pemain-pemain yang akan menjadi finalis tamat peraih Ballon d'Or. Varane, Modric, dan Kylian Mbappe ada dalam daftar tiga teratas.

Varane memang pantas ada di tiga finalis akhir. Dia memiliki modal juara Liga Champions sekaligus Piala Dunia 2018.

Sementara itu, Modric cuma menjadi runner-up Piala Dunia 2018, dan bersama Varane menjadi juara Liga Champions.




Penyerang PSG, Cavani, memiliki prediksi mengenai pemenang penghargaan anugerah yang akan berlangsung pada 3 Desember mendatang. Pemain Uruguay itu menegaskan bahwa seharusnya yang menjadi pemenang orang Prancis.

"Tiga atau empat pemain layak mendapatkan itu. (Raphael) Varane sanggup menjadi satu dari dua, tiga, (Antoine) Griezmann...Kylian, beliau melaksanakan hal besar dalam dua tahun ," kata Cavani di RMC Sport.

"Anda harus melihat penampilan mereka satu sama lain, tak cuma nama. Lihat tahun lalu, apa yang sudah dilakukan semua pemain, gelar juara yang dimenangi, ekspresi dominan yang dijalani."

"Buat saya, pemenangnya harus orang Prancis. Ada pemain lain, tapi kali ini harus orang Prancis. (Luka) Modric menjalani ekspresi dominan yang hebat, tapi Varane (juga) memenangi Liga Champions. Oke, Modric merupakan runner-up (Piala Dunia) dan memiliki ekspresi dominan yang luar biasa. Tapi Varane jauh lebih layak," beliau menambahkan.






Kalau Dibandingkan Modric, Varane Lebih Pantas Terima Ballon Dor

Kalau Dibandingkan Modric, Varane Lebih Pantas Terima Ballon dOrPemain Prancis dan Real Madrid, Raphael Varane. (Foto: Kai Pfaffenbach/Reuters)

Paris - Edinson Cavani turut berkomentar mengenai kandidat peraih Ballon d'Or. Dia menilai bahwa Raphael Varane lebih pantas mendapatkan bola emas dibanding Luka Modric.

Media Prancis, L'Équipe, memperlihatkan petunjuk pemain-pemain yang akan menjadi finalis selesai peraih Ballon d'Or. Varane, Modric, dan Kylian Mbappe ada dalam daftar tiga teratas.

Varane memang pantas ada di tiga finalis akhir. Dia memiliki modal juara Liga Champions sekaligus Piala Dunia 2018.

Sementara itu, Modric cuma menjadi runner-up Piala Dunia 2018, dan bersama Varane menjadi juara Liga Champions.




Penyerang PSG, Cavani, memiliki prediksi mengenai pemenang penghargaan anugerah yang akan berlangsung pada 3 Desember mendatang. Pemain Uruguay itu menegaskan bahwa seharusnya yang menjadi pemenang orang Prancis.

"Tiga atau empat pemain layak mendapatkan itu. (Raphael) Varane sanggup menjadi satu dari dua, tiga, (Antoine) Griezmann...Kylian, ia melaksanakan hal besar dalam dua tahun ," kata Cavani di RMC Sport.

"Anda harus melihat penampilan mereka satu sama lain, tak cuma nama. Lihat tahun lalu, apa yang sudah dilakukan semua pemain, gelar juara yang dimenangi, trend yang dijalani."

"Buat saya, pemenangnya harus orang Prancis. Ada pemain lain, tapi kali ini harus orang Prancis. (Luka) Modric menjalani trend yang hebat, tapi Varane (juga) memenangi Liga Champions. Oke, Modric merupakan runner-up (Piala Dunia) dan memiliki trend yang luar biasa. Tapi Varane jauh lebih layak," ia menambahkan.






Usai Libur Dua Hari, Timnas Indonesia Geber Persiapan Lawan Filipina

Usai Libur Dua Hari, Timnas Indonesia Geber Persiapan Lawan FilipinaTimnas Indonesia ketika berlatih menjelang lawan Filipina. (Foto: Rifkianto Nugroho/Detikcom)

Jakarta - Timnas Indonesia sudah kembali latihan sesudah libur dua hari. Skuat Garuda akan melawan Filipina di adu terakir Grup B Piala AFF 2018.

Timnas melaksanakan sesi latihan di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Selasa (20/11/2018). Dalam latihan tersebut, Bima memperlihatkan sejumlah hidangan latihan selama satu jam.

Ini merupakan latihan perdana timnas untuk persiapan menghadapi Filipina pada 20 November. Sebelumnya, Bima memperlihatkan waktu libur latihan selama dua hari sesudah kalah dari Thailand, Sabtu (17/11).

Dalam latihan kali ini, Bima memfokuskan mengembalikan kondisi fisik para pemain terutama yang main melawan Thailand. Para pemain juga sempat melaksanakan sesi smalll game.

Andik Vermansah juga menjalani latihan secara penuh. Sebelumnya ketika menghadapi Thailand, eks pemain Selangor FA dan Kedah FA itu mengalami sakit pada tangannya.




"Hari ini kami latihan banyak recovery. Ada small side game tadi. Kemudian ditutup lima lawan lima untuk pemain yang tidak main di Thailand," ujar Bima usai latihan.

"Untuk Andik, tidak ada masalah. Tadi ikut latihan full juga. Kami berharap ia dapat sembuh cepat," katanya.

Indonesia akan menghadapi Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 20 November. Pertandingan tersebut akan memilih langkah Indonesia di Piala AFF 2018, mengingat kans lolos ke semifinal mengecil.

Indonesia ketika ini menempati peringkat keempat dengan tiga poin. Sementara Thailand berada di puncak klasemen koleksi enam angka, diikuti Filipina dengan raihan poin sama. Singapura ada di posisi ketiga dengan raihan poin sama dengan Indonesia.